Selasa, 10 Juni 2014

H-2 Piala Dunia, Situasi di Brasil Masih "Panas"

Rendahnya tingkat keamanan di Brasil masih menjadi sorotan.

Demonstrasi Piala Dunia 2014 di Copacabana. (REUTERS/Jorge Silva)

VIVAbola - Dalam dua hari ke depan, Piala Dunia 2014 akan resmi dibuka. Namun, berbagai protes penyelenggaraan perhelatan sepakbola paling akbar tersebut masih saja terjadi di beberapa titik. Keamanan pun belum benar-benar terjamin. 

Seperti diketahui, sejumlah pihak di Brasil menolak penyelenggaraan Piala Dunia di negara mereka. Alasannya, biaya yang dikeluarkan dianggap terlalu besar, sedangkan mereka sendiri sedang berjuang untuk meningkatkan mutu kesehatan dan pendidikan. 

Mereka yang kontra beranggapan, dana yang digunakan untuk membangun stadion dan sejumlah infrastruktur, lebih baik dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sakit dan sekolah-sekolah. Hal tersebut dinilai akan lebih bermanfaat untuk negara. 

Dalam rangka memprotes penyelenggaraan Piala Dunia tersebut, demonstrasi terjadi di berbagai kota di Brasil. Di Sao Paulo misalnya, massa berkumpul dan membakar ban di jalan menuju Itaquerao Stadium, tempat berlangsungnya laga Inggris vs Uruguay.

Kelompok Pekerja Tunawisma juga membawa massanya menuju Stadion di Sao Paulo yang menjadi arena pertarungan Brasil Vs Kroasia. Mereka sengaja memilih lokasi tersebut sebagai protes terhadap penggusuran yang dilakukan terhadap keluarga-keluarga mereka selama proses pembangunan stadion tersebut.

"Piala tanpa masyarakat, semuanya kembali ke jalanan," bunyi salah satu spanduk yang diusung demonstran saat bergerak menuju Stadion Sao Paulo, dilansir Dailymail. 

Aksi demonstrasi juga memicu penjarahan di sejumlah tempat, salah satunya di Recife, kota yang berada di Timur Laut Brasil. Mereka mengambil keuntungan dari aksi protes Polisi Militer yang mogok menuntut kenaikan gaji.

Gelombang protes yang belum reda membuat legenda sepakbola Brasil, Pele --sosok yang paling getol mempromosikan Piala Dunia 2014-- was-was. Pasalnya, hal tersebut bisa menghambat kunjungan fans yang hendak menonton langsung ke Brasil.

Sikap ini disampaikan Pele dalam sebuah jumpa pers di pinggiran Meksiko City, belum lama ini. "Kami tahu, setidaknya 25 persen turis yang ingin ke Brasil khawatir terhadap gelombang protes, dan saya pikir mereka akan membatalkannya," kata Pele.

"Ini merupakan kerugian besar bagi negara ini," sambung mantan pemain yang menjabat sebagai duta PD 2014, sebagaimana dilansir Supersport.

Pele sebenarnya mendukung aksi tersebut. Menurutnya, pemerintah Brasil memang harus menyediakan pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang memadai bagi warganya. Namun, dia meminta agar hal tersebut tak dikaitkan dengan sepakbola.

"Kami tidak ada urusannya dengan politisi korup dan maling. Ini bukan salah kami," kata mantan pemain Santos yang mencicipi tiga gelar Piala Dunia tersebut.

Selain itu, dia menegaskan, bahwa para pemain Tim Samba juga tidak boleh disamakan dengan koruptor yang mencuri dari pembangunan stadion. Menurutnya, itu tak perlu dihubung-hubungkan, karena merupakan dua hal yang berbeda.

Jalanan di Brasil rawan kejahatan

Selain urusan demo besar-besaran, masalah rendahnya tingkat keamanan di Brasil juga masih menjadi sorotan jelang dimulainya Piala Dunia 2014. Berbagai tindak kejahatan masih kerap terjadi dan menghantui turis yang akan datang ke Brasil.

Bahkan, pelatih tim nasional Bosnia Herzegovina, Safet Susic, sudah mengalami hal tak mengenakan sebelum memimpin timnya berlaga di Piala Dunia. Bersama empat stafnya, pelatih berusia 59 tahun tersebut harus berurusan dengan perampok.

Dilansir Mirror, Susic dan empat stafnya menyelinap keluar hotel tanpa memberitahu petugas keamanan. Mereka berjalan menuju pantai Guaruja, satu jam dari Sao Paolo, untuk melepas penat. Di tengah jalan, rombongan dicegat tiga pemuda bersenjata.

Tiga pemuda itu kemudian memeras Susic dan stafnya. Beruntung, ada mobil polisi yang melewati jalanan tersebut, dan membuat para perampok kabur ketakutan. Tak ada korban luka dalam kejadian itu. 

Menanggapi kejadian ini, Susic bersikap santai. Mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) tersebut mengaku sudah terbiasa berhadapan dengan hal seperti ini. "Kami dibesarkan di Bosnia, di mana jalan-jalan lebih berbahaya dari ini," tutur Susic.

Insiden Susic menyoroti bahaya yang akan dihadapi seluruh tim dan fans yang akan datang ke Brasil. Kejadian itu juga membuat FIFA memberikan peringatan keras kepada pihak penyelenggara. Mereka meminta keamanan lebih diperketat.

Sebelumnya, pihak kepolisian Brasil sendiri telah memberi saran kepada para suporter asing yang akan menyaksikan Piala Dunia 2014. Mereka diminta untuk tidak berteriak atau melawan jika menjadi korban perampokan selama Piala Dunia berlangsung.

Saran itu pun kemudian disosialisasikan dalam bentuk pamflet. "Jangan bereaksi, berteriak, atau berdebat," tulis pamflet yang sudah dipersiapkan Kepolisian Brasil sebagaimana dilansir BBC News.

Suporter disarankan untuk tidak memakai barang-barang berharga di depan umum. Khusus di malam hari, para suporter disarankan untuk tidak pergi sendirian dan mewaspadai jika ada orang mencurigakan yang terus mengikuti.

"Sebagian besar turis akan berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Di negara-negara itu, kejahatan seperti perampokan jarang terjadi. Nyawa Anda tidak sebanding dengan barang," tutur Kepala Keamanan Piala Dunia 2014 wilayah Sao Paulo, Mario Leite.

Pengamanan ekstra ketat

Dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi, sejumlah tim peserta Piala Dunia meminta pengamanan khusus. Salah satunya adalah Brasil, yang sudah "diserbu" tentara Brasil sejak pertama kali menginjakkan kaki di hotel.

The Three Lions akhirnya tiba di Rio de Janeiro pada Minggu, 8 Juni 2014. Tim asuhan Roy Hodgson tersebut tiba pada pukul 8.30 pagi waktu setempat setelah melakoni penerbangan selama 8,5 jam.

Dilansir Dailymail, sampai di hotel bintang lima bernama Royal Tulip, puluhan tentara Brasil dengan senjata laras panjang dan tameng berdiri membuat pengamanan. Satu per satu pemain Inggris masuk ke hotel di bawah pengamanan ketat.

Meski mendapat penjagaan ketat, skuad Inggris sepertinya cukup senang dengan tempat tinggalnya di Rio tersebut. Daniel Sturridge pun tak ragu langsung memamerkan kehindahan pemandangan di kamarnya lewat akun Twitter.

"Baru sampai hotel. Bukan pemandangan yang jelek saat bangun tidur nanti," tulis bek Inggris milik Everton, Phil Jagielka, dalam akun Twitternya memuji pemandangan Brasil.

Piala Dunia 2014 akan dibuka pada 13 Juni 2014 dini hari WIB. Laga pembuka akan mempertemukan Brasil dan Kroasia di Arena de São Paulo, São Paulo. Sedangkan final akan dihelat di StadionMaracanã, Rio de Janeiro, 14 Juli 2014 dini hari WIB.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT


http://bola.viva.co.id/news/read/511465-h-2-piala-dunia--situasi-di-brasil-masih--panas-
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger