Rabu, 11 Juni 2014

Wacik: Kenaikan Tarif Listrik Bukti Keberhasilan Pembangunan SBY

VIVAnews - Pemerintah dan parlemen telah menyepakati rencana kenaikan tarif listrik semua golongan, kecuali golongan 450 VA dan 900 VA.

Pemerintah beralasan bahwa kenaikan tarif listrik ini merupakan bukti keberhasilan pembangunan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, mengatakan bahwa bangsa Indonesia tengah mengalami pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan kebutuhan listrik.

"Semua masyarakat tumbuh (ekonomi). Kebutuhan listrik naik. Beli kulkas baru, televisi baru, handphone baru, rumah baru. Itu permintaan listrik baru. Lalu, ada industri baru, hotel baru. Makin sejahtera kebutuhan industri, makin tinggi kebutuhan listrik. Inilah keberhasilan Pak SBY," kata Wacik di Jakarta, Rabu 11 Juni 2014.

Dengan begitu, ujarnya, tentunya pembangunan infrastruktur listrik harus ditambah. Perusahaan pelat merah penyedia listrik, PT PLN (Persero), bertugas untuk menyediakan kebutuhan energi itu.

"Untuk menambah infrastruktur, PLN harus punya uang. Tidak boleh loan (pinjaman). Uangnya dari mana? Harus dari pendapatan. Di sinilah kenaikan tarif listrik (berperan)," kata dia.

Seperti diketahui, semalam, pemerintah dan DPR telah sepakat rencana pengurangan subsidi listrik dan ini berlaku mulai 1 Juli 2014. Dengan kata lain, kemungkinan kenaikan tarif listrik sudah di depan mata.

Berikut ini adalah penghematan subsidi listrik RAPBN-P 2014:

1. Industri I-3 non go public

Kenaikan listrik bertahap rata-rata 11,57 persen per dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematannya sebesar Rp4,78 triliun.

2. Rumah Tangga R-2 (3.500 VA-5.500 VA)

Kenaikan listrik bertahap rata-rata 5,7 persen setiap dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematannya Rp0,37 triliun.

3. Pemerintah P-2 (di atas 200 kVA)

Kenaikan bertahap rata-rata 5,36 persen setiap dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematanya Rp0,1 triliun

4. Rumah tangga R-1 (2.200 VA)

Kenaikan bertahap rata-rata 10,43 persen setiap dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematan Rp0,99 triliun.

5. Penerangan Jalan Umum P-3

Kenaikan bertahap rata-rata 10,69 persen setiap dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematan Rp0,43 triliun

6. Rumah tangga R-1 (1300 VA)

Kenaikan bertahap rata-rata 11,36 persen setiap dua bulan. Kenaikannya berlaku 1 Juli 2014. Penghematan Rp1,84 triliun.

Dari angka itu, diperoleh penghematan anggaran sebesar Rp8,51 triliun. (asp)


http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/511703-wacik--kenaikan-tarif-listrik-bukti-keberhasilan-pembangunan-sby
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger