Senin, 08 September 2014

PBB: Dunia Harus Lindungi Wanita dan Min0ritas dari ISIS

VIVAnews - Kepala HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, Zaid Ra'ad Al Hussein,  mendesak kepada dunia agar melindungi perempuan dan kelompok minoritas dari target Islamic State militants in Iraq and Syria (ISIS). Menurut dia, para anggota ISIS terus berupaya untuk membuat "rumah darah".

Hal ini disampaikan Zaid dalam pidato pertamanya di hadapan Dewan HAM PBB seperti dilansir Reuters, Senin 8 September 2014. Zaid adalah muslim pertama yang menduduki posisi jabatan tinggi di PBB.

Dewan HAM yang berbasis di Jenewa setuju mengirim tim untuk menyelidiki pembunuhan dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh militan ISIS.

"Ini akan menjadi keras, kejam, rumah darah, di mana tidak akan ada tempat berlindung ditawarkan atau tempat tinggal yang diberikan untuk setiap non-takfiri di tengah-tengah mereka (kelompok ISIS)," ujar Zaid.

Dia meminta perdana menteri baru Irak untuk mempertimbangkan bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang dilakukan di sana.

"Upaya khusus sangat dibutuhkan untuk melindungi kelompok agama dan etnis, atau anak yang berisiko direkrut paksa dan perempuan mengalami kekerasan seksual," kata Zaid.

Para duta besar Irak dan Suriah, dalam pidato terpisah menyebutkan untuk memerangi ISIS di negaranya, mereka akan menghentikan aliran senjata dan dana kelompok itu.

"Teroris tidak boleh bersenjata, sumber pembiayaan harus dihentikan. Infiltrasi teroris dari luar negeri harus dihentikan," kata utusan baru Suriah, Hussam Edin Aala.

Selain masalah ISIS, Dewan PBB juga memiliki penyelidikan independen atas kejahatan perang oleh semua pihak di Suriah, di mana lebih dari 190.000 pembunuhan didokumentasikan selama konflik yang dimulai pada Maret 2011.

"Dalam pikiran takfiri (orang yang mengkafirkan Muslim), sebagaimana telah kita lihat di Nigeria, Afghanistan, Pakistan, Yaman, Kenya, Somalia, Mali, Libya, Suriah dan Irak, tidak ada cinta pada sesama. Mereka hanya memusnahkan orang-orang Muslim, Kristen, Yahudi dan seluruh umat manusia yang memiliki kepercayaan berbeda dengannya," kata Zaid.

Zaid juga menyerukan agar blokade Israel di Jalur Gaza yang sudah berlangsung tujuh tahun dihentikan. Dia mengatakan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat layak untuk menjalani hidup normal, bebas dari pemukiman ilegal.

"Pada titik ini, saya juga mencatat bahwa Israel memiliki hak untuk hidup bebas dan aman dari serangan roket sembarangan," katanya mengacu pada roket yang ditembakkan oleh militan Hamas di Gaza.

Sementara itu, di Ukraina, dia mengatakan sedikitnya 3.000 orang tewas sejak pertempuran dimulai pada April. Dia meminta agar pemerintah Kiev, kelompok-kelompok bersenjata dan negara-negara tetangga termasuk Rusia untuk melindungi warga sipil dan memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional. (one)


http://dunia.news.viva.co.id/news/read/536301-pbb--dunia-harus-lindungi-wanita-dan-minoritas-dari-isis
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger